Teori Gagne dan Ausubel

Nama        : Karlina

Nim           : 20082012036

Posted by Taufik Bambang | Published on 09 Jan 2009

TEORI GAGNE

Proses pendidikan dapat berjalan dengan baik, efektif dan efisien, memerlukan beberapa unsur, diantaranya : guru, siswa, kepala sekolah, media, strategi pembelajaran dan sebagainya. Namun pada prosesnya tidak sedikit hambatan-hambatan yang merintang sehingga proses tersebut harus terhambat jalannya, baik disebabkan oleh siswa itu sendiri, media, strategi, ataupun guru.

Aspek penting dan juga merupakan rangkaian akhir dari disain instruksional adalah pelaksanaan evaluasi atau penilaiaan. Penilaiaan atau evaluasi pada dasarnya adalah memberikan pertimbangan, harga atau nilai berdasarkan kriteria tertentu. Hasil yang diperoleh dari penilaian dinyatakan dalam bentuk hasil belajar.

Dalam makalah ini pembahasan akan dibatasi pada hasil-hasil belajar, kejadian-kejadian belajar, dan kejadian-kejadian instruksi yang dikemukakan oleh Gagne.

Baca entri selengkapnya »

Leave a comment »

Teori Belajar Thorndike

NAMA : Karlina
NIM : 20082012036

Teori Belajar Menurut Thorndike
Menurut Thorndike, belajar adalah proses interaksi antara stimulus dan respon. Stimulus adalah apa yang merangsang terjadinya kegiatan belajar seperti pikiran, perasaan, atau hal-hal lain yang dapat ditangkap melalui alat indera. Sedangkan respon adalah reaksi yang dimunculkan peserta didik ketika belajar, yang dapat pula berupa pikiran, perasaan, atau gerakan/tindakan. Jadi perubahan tingkah laku akibat kegiatan belajar dapat berwujud konkrit, yaitu yang dapat diamati, atau tidak konkrit yaitu yang tidak dapat diamati. Meskipun aliran behaviorisme sangat mengutamakan pengukuran, tetapi tidak dapat menjelaskan bagaimana cara mengukur tingkah laku yang tidak dapat diamati. Teori Thorndike ini disebut pula dengan teori koneksionisme (Slavin, 2000).
Ada tiga hukum belajar yang utama, menurut Thorndike yakni (1) hukum efek; (2) hukum latihan dan (3) hukum kesiapan (Bell, Gredler, 1991). Ketiga hukum ini menjelaskan bagaimana hal-hal tertentu dapat memperkuat respon
Thorndike mengembangkan teori asosiasionisme yang sangat sistematis, dan salah satu teori belajar yang paling sistematis. Ia membawa ide-ide asosiasi para filsuf ke dalam level yang empiris dengan melakukn eksperimen terhadap ide-ide filosofis tersebut. Thorndike juga mengakui pentingnya konsep reinforcement dan reward serta menuliskan teorinya tentang ini dalam ‘law of effect’ tahun 1898 (bandingkan dengan Pavlov yang baru menuliskan idenya tentang reinforcement pada 1902).
Baca entri selengkapnya »

Leave a comment »

Laporan Observasi RME di MIN 1 Palembang

A. Pendahuluan
Pendidikan Matematika Realistik (PMR) dikembangkan berdasarkan pemikiran Hans Freudenthal yang berpendapat bahwa matematika merupakan aktivitas insani (human activities) dan harus dikaitkan dengan realitas. Berdasarkan pemikiran tersebut, PMR mempunyai ciri antara lain, bahwa dalam proses pembelajaran siswa harus diberikan kesempatan untuk menemukan kembali (to reinvent) matematika melalui bimbingan guru (Gravemeijer, 1994), dan bahwa penemuan kembali (reinvention) ide dan konsep matematika tersebut harus dimulai dari penjelajahan berbagai situasi dan persoalan “dunia riil” (de Lange, 1995). Baca entri selengkapnya »

Leave a comment »

profil ku

Leave a comment »

Hello world!

Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!

Comments (1) »

Rancang situs seperti ini dengan WordPress.com
Mulai